RSS

Upaya Pelestarian Kesenian Debus

Kesenian merupakan salah satu bentuk aktifitas manusia yang selalu tidak dapat berdiri sendiri. Karya seni yang berkembang dalam rakyat disebut kesenian rakyat (Folklore). Pertumbuhan dan perkembangan kesenian rakyat tidak dapat dipisahkan dari warna dan ciri kehidupan masyarakat itu sendiri. Hampir setiap daerah di Indonesia mempunyai bentuk kesenian yang menggambarkan daerah setempat, yang tentu saja, setiap kesenian daerah mempunyai latar belakang sejarahnya sendiri. Seperti halnya di Banten, daerah yang berada paling barat pulau Jawa, didikenal sebagai kota Santri dan kota Jawara atau Pendekar. Sejarah mencatat pada awal abad 19, Banten dijadikan rujukan para ulama di Nusantara, bahkan di Asia Tenggara, tentang keislaman (ilmu Islam). Menurut Snouck Hoergronje, masyarakat Banten pada saat itu sudah sadar dalam menjalankan syariat Islam, jika dibandingkan dengan masyarakat Jawa pada umumnya.Ragam seni pertunjukan kesenian rakyat Banten, pada umumnya berkembang secara turun temurun, yang tidak terlepas dari nafas keagamaan serta dalam perjalannya tidak terlepas dari pengaruh agama Islam, maupun agama lainya. Kesenian rakyat yang berkembang di Banten hingga sampai saat ini diantaranya adalah Debus. Kesenian yang satu ini dalam perkembangannya telah dikenal sampai ke dunia Internasional serta menjadi identitas kesenian khas masyarakat Banten. Akan tetapi, seiring dengan perkembangan waktu dan tuntutan zaman, kesenian ini sedikit demi sedikit mulai pudar dan semakin terpinggirkan. Anak muda zaman sekarang lebih tertarik dengan hal-hal yang lebih modern ketimbang seni tradisional. Oleh karena itu, semakin lama warisan budaya ini semakin punah. Dahulu kita dapat menyaksikan atraksi Debus ini dibanyak wilayah Banten, tetapi sekarang atraksi Debus hanya ada pada event-event tertentu.Dari permasalahan tersebut, ada beberapa upaya yang dapat dilakukan untuk melestarikan kesenian Debus. Seperti halnya, pemerintah harus lebih memperhatikan dengan cara memfasilitasi sanggar-sanggar kesenian debus yang ada di Banten termasuk juga komunitas-komunitas pecinta seni tradisional khususnya debus. Lalu dilakukan sosialisasi merata kepada seluruh elemen masyarakat dan komunitas debus untuk bersama-sama melestarikan debus dengan cara meminta mereka berpartisipasi dalam bentuk kegiatan yang terpusat di sanggar tersebut. Menanamkan sedini mungkin rasa cinta kesenian daerah milik sendiri terhadap putra putri bangsa Indonesia supaya mereka lebih tertarik kepada kesenian tradisional ketimbang hal-hal yang berbau “kebarat-baratan”.